• Kamis, 2 Desember 2021

SERI PEREMPUAN INDONESIA , Mengenal Sosok Ibu Sri Mulyani Indrawati dengan Berbagai Prestasi

- Rabu, 15 September 2021 | 12:00 WIB
Perempuan Indonesia , Mengenal Sosok Ibu Wanita Sri Mulyani Indrawati dengan Berbagai Prestasi (istimewa)
Perempuan Indonesia , Mengenal Sosok Ibu Wanita Sri Mulyani Indrawati dengan Berbagai Prestasi (istimewa)

 

Belakangan dia jadi peneliti di Research Assosiate di LPEM FE UI dari tahun 1992 hingga sekarang. Dia menjadi wakil Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan LPEM FE UI di tahun 1993-1995. Tahun 1995-1998 dia menjadi Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM FE UI. Dia juga pernah menjadi Kepala Program Magister Perencanaan Kebijakan Publik-UI antara tahun 1996-1999.

Baca Juga: Mayor Udara Corinus Krey-Tokoh Pejuang Pembebasan Papua dan Pencetus Nama Irian Yang Hampir Terlupakan

Selanjutnya, ia juga menjadi Anggota Kelompok Kerja General Agreement on Trade in Services (GATS) Departemen Keuangan (1995). Lalu menjadi Dosen Program S1 & Program Extension FEUI, S2, S3, Magister Manajemen Universitas Indonesia (1998) dan redaktur jurnal kampus “Manajemen Usahawan Indonesia”.

Kariernya di UI semakin menanjak, pada Juni 1998 ia dilantik menjadi Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI).

Namanya semakin eksis karena ia sering tampil di berbagai seminar dan media massa. Analisanya kritis, tajam, lugas, dan jernih mengantarkannya menjadi penasehat pemerintah bersama pakar ekonom lain dalam Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pada era pemerintahan Presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Pada Agustus 2001, Sri Mulyani hijrah ke Atlanta, Georgia, AS dan bergabung dengan USAid sebagai konsultan.

Baca Juga: Jiwa Sosial Listyo Sigit Prabowo dan Iringan Doa Alm Ibu Tercinta Menuju Langkah Pasti Sang Jenderal

Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan saran dan nasihat mengenai bagaimana cara mendesain program S-2 untuk perkuatan universitas di daerah maupun program USAid lainnya di Indonesia, terutama di bidang ekonomi. Ia pun sempat mengajar sebagai dosen di Georgia University.

Pada awal Oktober 2002, wanita yang menjadi salah satu pakar ekonomi Indonesia ini pun bergabung dengan IMF sebagai Executive Director menggantikan Dono Iskandar Djojosubroto mewakili 12 negara di Asia Tenggara. Dikarenakan kesibukannya, ia terpaksa meninggalkan beberapa profesi mengajarnya dan beberapa jabatan sebagai komisaris di perusahaan swasta.

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Cinta Bung Karno Dengan Bunga-bunga Revolusi

Rabu, 10 November 2021 | 18:25 WIB

Perjuangan Heroik Moestopo Menjadi Pahlawan Nasional

Rabu, 10 November 2021 | 16:00 WIB

Tokoh Resolusi Jihad, Sang Ulama Pemikir - Pejuang

Rabu, 10 November 2021 | 15:05 WIB

Sejarah Pahlawan Revolusi Nasional Jenderal Soedirman

Rabu, 10 November 2021 | 11:10 WIB

Profil Ismail Marzuki Yang Tampil di Google Doodle

Rabu, 10 November 2021 | 09:00 WIB

Roehana Koeddos, Sosok Wanita Di Google Doodle

Selasa, 9 November 2021 | 18:45 WIB

Jejak Perjuangan Sang Karismatik Jenderal Sudirman

Kamis, 4 November 2021 | 12:00 WIB
X