• Kamis, 2 Desember 2021

SERI PEREMPUAN INDONESIA , Mengenal Sosok Ibu Sri Mulyani Indrawati dengan Berbagai Prestasi

- Rabu, 15 September 2021 | 12:00 WIB
Perempuan Indonesia , Mengenal Sosok Ibu Wanita Sri Mulyani Indrawati dengan Berbagai Prestasi (istimewa)
Perempuan Indonesia , Mengenal Sosok Ibu Wanita Sri Mulyani Indrawati dengan Berbagai Prestasi (istimewa)

STRATEGI.ID- Sri Mulyani Indrawati lahir di Bandar Lampung, Lampung, pada tanggal 26 Agustus 1962. Ia adalah perembuaan sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010.

Banyak karir yang sudah dirasalakn Sri Mulyani Indrawati seperti menjabat Menteri Keuangan, Kabinet Indonesia Bersatu lalu menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia dan meninggalkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan.

Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu.

Baca Juga: Sri Mulyani: Kemampuan Adopsi Teknologi Digital Tentukan Perkembangan Ekonomi Negara

Awalnya Sri Mulyani adalah pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, almamaternya dulu. Sejak 1985 hingga 1986 dia mulai mengajar dengan jabatan asisten pengajar Fakultas Ekonomi UI.

Namum karir berikutnya dirinya hijrah ke Negeri Paman Sam. Di Amerika sendiri, Sri Mulyani pernah menjabat sebagai Asisten Profesor di University of lllinois at Urbana.

Setelah kembali ke tanah air, wanita yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata ini pun terjun ke dunia birokrasi. Kariernya dimulai saat ia menjadi staf ahli di Staf Ahli Bidang Analisis Kebijaksanaan OTO-BAPPENAS sejak 1994 selama 1 tahun.

Baca Juga: Nissan Siap Luncurkan Mobil Ikonik GTR T Spec Edisi Terbatas Cuma 100 Unit ,Apa Saja Kelebihannya

Sri Mulyani juga pernah menjadi bagian dari Research Associate, Wakil Kepala Pendidikan, dan Wakil Kepala Bidang Penelitian di FE-UI. Ia sering terlibat dalam penelitian-penelitian bidang ekonomi moneter, tenaga kerja, dan perbankan.

Beberapa hasil risetnya di antaranya Research Demand for Housing, World Bank Project (1986), Fiscal Reform in Indonesia : History and Perspective (1995), Studi Kesiapan Industri Dalam Negeri Memasuki Era Perdagangan Bebas, Departemen Perindustrian dan Perdagangan bersama LPEM FEUI (1997), dan Country Economic Review for Indonesia bersama Asian Development Bank (1999).

 

Belakangan dia jadi peneliti di Research Assosiate di LPEM FE UI dari tahun 1992 hingga sekarang. Dia menjadi wakil Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan LPEM FE UI di tahun 1993-1995. Tahun 1995-1998 dia menjadi Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM FE UI. Dia juga pernah menjadi Kepala Program Magister Perencanaan Kebijakan Publik-UI antara tahun 1996-1999.

Baca Juga: Mayor Udara Corinus Krey-Tokoh Pejuang Pembebasan Papua dan Pencetus Nama Irian Yang Hampir Terlupakan

Selanjutnya, ia juga menjadi Anggota Kelompok Kerja General Agreement on Trade in Services (GATS) Departemen Keuangan (1995). Lalu menjadi Dosen Program S1 & Program Extension FEUI, S2, S3, Magister Manajemen Universitas Indonesia (1998) dan redaktur jurnal kampus “Manajemen Usahawan Indonesia”.

Kariernya di UI semakin menanjak, pada Juni 1998 ia dilantik menjadi Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI).

Namanya semakin eksis karena ia sering tampil di berbagai seminar dan media massa. Analisanya kritis, tajam, lugas, dan jernih mengantarkannya menjadi penasehat pemerintah bersama pakar ekonom lain dalam Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pada era pemerintahan Presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Pada Agustus 2001, Sri Mulyani hijrah ke Atlanta, Georgia, AS dan bergabung dengan USAid sebagai konsultan.

Baca Juga: Jiwa Sosial Listyo Sigit Prabowo dan Iringan Doa Alm Ibu Tercinta Menuju Langkah Pasti Sang Jenderal

Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan saran dan nasihat mengenai bagaimana cara mendesain program S-2 untuk perkuatan universitas di daerah maupun program USAid lainnya di Indonesia, terutama di bidang ekonomi. Ia pun sempat mengajar sebagai dosen di Georgia University.

Pada awal Oktober 2002, wanita yang menjadi salah satu pakar ekonomi Indonesia ini pun bergabung dengan IMF sebagai Executive Director menggantikan Dono Iskandar Djojosubroto mewakili 12 negara di Asia Tenggara. Dikarenakan kesibukannya, ia terpaksa meninggalkan beberapa profesi mengajarnya dan beberapa jabatan sebagai komisaris di perusahaan swasta.

Setelah kembali ke tanah air, pada 2004, ia diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.

Tak lama kemudian, pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.

Baca Juga: Mengenal Sunaryo Dirut BRI Hasil RUPS-LB BRI 2019

Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Kariernya di kabinet makin dipercaya. Pada tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia, sehingga tugasnya merangkap sebagai menteri keuangan.

Berkat keahliannya dalam bidang ekonomi, Sri Mulyani dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.

Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007 dan wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008.

Baca Juga: Indonesia Negara Bangsa; Negara Bicara Kesatuan, Bangsa Bicara Persatuan

Setelah menjadi menteri di era SBY selama enam tahun dirinya berkiprah sebagai Direktur Pelaksana Bank Indonesia dan akhirnya Sri Mulyani kembali ke Tanah Air waktu terjadi perombakan atau reshuffle kabinet Jilid II pemerintahan Jokowi-JK yang dihelat pada Rabu (27/7/2016), dia kembali dipercaya menduduki jabatan Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro.

Pada April 2019, Sri Mulyani kembali dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik se-Asia Pasifik versi majalah keuangan FinanceAsia. Prestasi tersebut dan sederet prestasi lainnya membuat Jokowi memercayakan kembali Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Jokowi-Ma'ruf untuk periode 2019--2024.

Pendidikan
  • SMP Negeri 2 Bandar Lampung (1975-1978)
  • SMA Negeri 3 Semarang (1978-1981)
  • Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1981-1986)
  • Master of Science of Policy Economics di University of lllinois Urbana Champaign, U.S.A (1988-1990)
  • Ph.D. of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A (1990-1992)

Jabatan Strategis

  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI (2008-2009)
  • Direktur Pelaksana Bank Dunia (2010)
  • Menteri Keuangan RI (2016-2019)
  • Menteri Kemenkeu (2019-2024)

 

 

 

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Cinta Bung Karno Dengan Bunga-bunga Revolusi

Rabu, 10 November 2021 | 18:25 WIB

Perjuangan Heroik Moestopo Menjadi Pahlawan Nasional

Rabu, 10 November 2021 | 16:00 WIB

Tokoh Resolusi Jihad, Sang Ulama Pemikir - Pejuang

Rabu, 10 November 2021 | 15:05 WIB

Sejarah Pahlawan Revolusi Nasional Jenderal Soedirman

Rabu, 10 November 2021 | 11:10 WIB

Profil Ismail Marzuki Yang Tampil di Google Doodle

Rabu, 10 November 2021 | 09:00 WIB

Roehana Koeddos, Sosok Wanita Di Google Doodle

Selasa, 9 November 2021 | 18:45 WIB

Jejak Perjuangan Sang Karismatik Jenderal Sudirman

Kamis, 4 November 2021 | 12:00 WIB
X