• Senin, 23 Mei 2022

Sejarah perjuangan Ki Hajar Dewantara, Hari Pahlawan Nasional

- Selasa, 9 November 2021 | 14:30 WIB
Ki Hajar Dewantara  (Screenshoot Google)
Ki Hajar Dewantara (Screenshoot Google)
STRATEGI.ID - Mengingat tentang pendidikan, kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh melupakan sejarah dan jasa dari salah satu tokoh pahlawan nasional yaitu Ki Hajar Dewantara. Sosok pahlawan yang telah mengangkat derajat pendidikan untuk bangsa Indonesia.
 
Ki Hajar Dewantara yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889 dari lingkungan keraton Yogyakarta yaitu dari keluarga kadipaten Pakualaman dengan nama Raden Mas Soewardi soeryoningrat.
 
 
Sebagai golongan ningrat, Soewardi mendapatkan hak untuk mengenyam pendidikan yang layak oleh kolonial Belanda, Ia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah dasar Belanda). Kemudian sempat melanjutkan ke STOVIA (Sekolah dokter bumiputra) tetapi tidak sampai selesai karena beliau sakit.
 
Setelah tidak berhasil menyelesaikan pendidikannya, Soewardi (Ki Hajar Dewantara) bekerja sebagai penulis atau wartawan di berbagai surat kabar, antara lain: Seditomo, Midden Java, De express, Oetoesan Hindia dan lainnya.
 
 
Soewardi terbilang sosok penulis yang handal, tulisan-tulisannya komunikatif, tajam dan patriotik. Sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.
 
Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, Ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908 Soewardi bergabung dengan organisasi Budi Utomo bersama Douwes deker dan Dr Cipto Mangunkusumo yang kemudian dikenal sebagai tiga serangkai.
 
 
Ki Hajar Dewantara mendirikan Indische partij, yang merupakan partai politik utama yang beraliran nasionalisme. Namun, partai tersebut tidak mendapatkan badan hukum dari pemerintahan kolonial belanda,karena dianggap dapat membangkitkan dan menentang kolonial belanda.
 
Saat soewardi genap berusia 40 tahun, Ia mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara dan tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini, dimaksudkan supaya Ia bebas dekat dengan rakyat baik secara fisik maupun jiwa.
 
 
Semboyan dalam pendidikan yang dipakainya yaitu 'ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri Handayani.' (Di depan memberi contoh, ditengah memberi semangat, dibelakang memberi dorongan). Semboyan ini masih tetap dipakai dalam pendidikan Indonesia hingga sekarang.
 
Ki Hajar Dewantara meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 26 April 1959 dan dimakamkan di taman Wijaya Brata. Ki Hajar Dewantara pada masa Colonial Belanda telah memperjuangkan dan memajukan pendidikan di Indonesia.
 
 
Kini nama Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai Pahlawan Nasional sekaligus Bapak Pendidikan Nasional bangsa Indonesia.****

Editor: Bernadetha Inggar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Soekarno Tahanan Politik Kolonial

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:31 WIB

Soekarno Dan RUDN Persembahan Untuk Dunia

Jumat, 21 Januari 2022 | 22:05 WIB

Mengenal Karya Intelektual Ubedilah Badrun

Rabu, 12 Januari 2022 | 11:30 WIB

Tokoh Resolusi Jihad, Sang Ulama Pemikir - Pejuang

Senin, 20 Desember 2021 | 21:50 WIB

Kisah Cinta Bung Karno Dengan Bunga-bunga Revolusi

Rabu, 10 November 2021 | 18:25 WIB

Perjuangan Heroik Moestopo Menjadi Pahlawan Nasional

Rabu, 10 November 2021 | 16:00 WIB
X